kau mampu merubah dirimu seperti dinding-dinding kamarku? tak berubah terhadapku, apalagi berpaling ia tak mampu melakukannya bisa? aku harap kau jawab "iya" kau tau yang mendengar kisahku paling banyak itu siapa? sayangnya bukan kamu, tapi dinding kamarku yang selalu menjadi pendengar setiaku kau tau yang memberikan sandaran paling nyaman saat aku membutuhkannya seperti sekarang ini siapa? sayangnya bukan kamu, tapi dinding kamarku yang selalu memberikan kenyamanan untukku bersandar melepaskan letihnya hati karena kau tak mengunjungi sayangnya itu bukan kamu, yang sosoknya saat ini tak ada untukku sayangnya itu bukan kamu, yang bahkan dalam mimpipun kau masih bisa membuatku merasa cemburu
bosan merayu dan lelah meminta
marah... marah... marah
marah yang terpendam dan tak dapat ku ungkapkan
mencaci dalam hati
memaki dalam hati
teriak dalam hati
bertanya pada hati
bahkan yang menjawabpun hati
disaat hati sudah tak sanggup menampung semua hal dan merasa rapuh
harus pergi kemana untuk memulihkannya?
walau tak seutuh hati yang sebelumnya
setidaknya sedikit membaik untuk sekedar mengeringkan luka
malam yang hening...
aku menyapanya dalam pertemuaku denganMu
disaat orang lain terjada dalam tidurnya
aku memilih bangun dari tidurku
disaat orang lain merasa lelap dalam tidurnya
aku memilih melangkahkan kaki berwudhu dan bersuci
disaat orang lain menikmati mimpi indahnya
aku memilih bertemu dan menyapaMu
mengkhusukkan ibadahku
menadahkan kedua tangan dan berharap
engkau mendengar curhatku
rasa kehilangan muncul ketika kata pisah terucap sedih di hati mengalahkan deras hujan yang jatuh cerita tentang aku, kamu dan kalian akan aku simpan rapi dalam ingatan doa perpisahan tak lupa aku panjatkan untuk kamu dan kalian "sukses untuk kita semua, dan semoga akan ada sua untuk kita merajut cerita baru bersama aku, kamu dan kalian" jangan lupa temanmu yang satu ini yah yang akan selalu merindukan kamu dan kalian
topeng siapa yang kau kenakan?
aku tak menyangka kalau selama ini kau mengenakan topeng itu
kapan waktunya aku melihat sisi aslimu tanpa kau mengenakan topeng?
siang?
malam?
atau fajar menjelang?
atau bahkan disaat senja terlihat indah
dan bulan tak sabar menunggu datangnya malam?
kapan saat kau tak mengenakan topeng itu?
terkadang kau tampak seperti sosok yang tenang dan pendiam
tapi pendiam yang membuat dada seolah sempit dan sesak
hei... kau...
orang yang selalu menambah lubang baru dihatiku
coba kau tengok hatiku
sudah berapa lubang yang kau buat di hatiku ini?
atau malah sudah tak ada tempat untuk lubang baru yang barusan kau buat lagi pada hatiku ini?
tak usah bertanya kenapa banyak lubang di hatiku
karena kau yang melakukannya
yaaa... ini karena ulahmu
terlalu pandai kau menyimpan perasaanmu selama ini
tapi hari ini aku bisa melihat perasaan yang kau sembunyikan itu
disaat wanitamu ada yang mengusik
ternyata kau pun bisa marah
bahkan ketika kau merasa tak suka dengan marahmu itu
aku malah menemukan kenyamanan disisimu
suatu bukti bahwa ternyata kau memang menyayangiku
heiii air mata... bukankah kemarin sudah ku titipkan kau pada kembang api dimalan tahun baru? kenapa hari ini malah kau mengunjungiku? bukankah kau telah berjanji tak akan kembali? tapi kenapa baru sehari kau malah datang bersama teman-temanmu? aku tak mengharapkan kau kembali aku harap ini kunjungan terakhirmu aku harap setelah ini kau pergi ke tempat yang jauh hingga kau lupa untuk tak kembali mengunjungiku
begitulah seharusnya kamu
mematikan HP mu dibandingkan ketika HP itu hidup tapi kau tak menjawab telephone dan membalas message yang aku kirimkan
aku suka....
lebih suka lagi kau mematikan HP itu dalam waktu yang lama
bahkan kalau bisa, selama kau tugas jauh disana tak usah menghidupkannya
itu akan membuatku lebih senang
menghidupkan kembali HP mu disaat kau sudah pulang dari tugas dan mempersiapkan tanggal untuk kita bersua
aku akan menunggu kabar itu
kabar kepulanganmu
menunggu kedatanganmu pulang dari tugas
menunggu datangnya waktu kita bersua
menunggu waktu saat kau mengunjungiku
menunggu telphone mu
menunggu message mu
menunggu kabar darimu
menunggu kau sadar dari tidur panjangmu
menunggu kau kembali dari ketidak sadaranmu
menunggu peluk hangatmu
menunggu kau menyapaku diwaktu sibukmu
menunggu kau meperhatikanku
selamat datang tahun baru
selamat tinggal 2013
tahun yang penuh dengan air mata telah berlalu
selamat tinggal kesedihan
karena aku telah menguncimu dalam catatan usangku
selamat tinggal sakit hati
karena aku telah menitipkanmu pada kembang api yang akan hilang terhempas angin
selamat tinggal air mata
karena aku telah menghabiskanmu disisa akhir tahun ini
selamat datang kebahagiaan karena hati ku selalu menyambut kedatanganmu