dik, kutitipkan sajak ini di HP mu
boleh kau jadikan penanda hadirku dalam hidupmu
boleh jua kau hapus dan tinggalkan di bawah bantal
perjumpaanmu dengan mimpi
dik...
apa yang harus aku lakukan untuk menyikapi perasaan ini?
waktu bak senapan serdadu yang menyalang ke dadaku
duh Centini, serupa jogja
ku enggan melepas keberadaanmu
meski sekejap, aroma tubuhmu mirip candu bagiku
tak ada yang bisa ku beri selain doa yang sejernih telaga merapi
kenang dan simpanlah sua kita di kedalaman sanubarimu
sungguh, jarak adalah udara pengap bagi paru-paru cintaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar